cara bertawasul kepada syekh abdul qodir jaelani

Selainpenguasaannya dalam bidang ilmu fikih, Syekh Abdul Qadir al-Jailani juga dikenal sebagai peletak dasar ajaran tarekat Qadiriyah. Al-Jailani dikenal juga sebagai orang yang memberikan spirit keagamaan bagi banyak umat. Karena itu, banyak ulama yang menjuluki 'Muhyidin' (penghidup agama) di depan namanya. Tag bacaan tawasul kepada syekh abdul qodir jaelani. Tata Cara Wirid Cepat Terkabul Menurut Syekh Abdul Qodir Jaelani. By admin Posted on Januari 23, 2017. Cara Mengamalkan Ya Mujib Agar Hajad Cep Amalan Mudah Agar Selalu Dikasihi dan Di Dzikir Ya Rozaq Agar Dimudahkan Rezeki inqodir Allahummaj'al lii burhana wa yuritsunii amaanaa wa anisnii bika 'ala kulli mathlubii wa ashbahnii bi 'auni 'inayatika fii naili kulli marghubi Ya Qodir Ya Jaliil Ya Qoohir Ya 'Azhim ya Nashir Kataballahu la aghlibanna anaa wa rosulii Innallahu Qowiyyun 'Aziz Wa sholallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa sallim tasliman katsiro KaromahSyech Abdul Qadir Al Jaelani. Sayyid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani ayahnya bernama : Abu Sholeh Janki Dausat, putra Abdullah, putra Yahya az-Zahid, putra Muhammad, putra Daud, putra Musa at-Tsani, putra Musa al-Jun, putra Abdulloh al-Mahdi, putra Hasan al-Mutsanna, cucu Nabi Muhammad saw. putra Sayyidina 'Ali Karromallohu Wajhahu. Kisahtentang orang-orang yang memberi hadiah (bertawasul) kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jaelani akan tercapai maksudnya 15. Kisah tentang nama-nama agung Sayid Abdul Qadir 16. Kisah tentang Syaikh Abdul Qadir al-Jaelani menghidupkan orang yang sudah meninggal dari alam kubur 17. vay tiền trả góp theo tháng chỉ cần cmnd lamchutaichinh . assalamu’alaikum… bagi para pembaca yang budiman,di sini saya akan menjelaskan keutamaan hizib syekh abdul qodir al-jaelani,awalnya ini adalah doa yang di pakai oleh syekh abdul qodir jaelani ketika beliau di goda oleh iblis laknatullah di saat beliau sedang berkhalwat,di kemudian hari doa itupun lebih di kenal dengan nama hizib syekh abdul qodir al-jaelani,adapun faedah dari hizib ini adalah di antaranya untuk keselamatan mutlak,cepat berhasil apa yang di cita-citakan,manjur ucapanya,untuk melindungi diri dari segala gangguan makhluk halus,serangan sihir,guna-guna,tenung,santet,untuk kewibawaan dan memancarkan karisma,juga tidak mempan dari senjata apapun,baik di tembak,di bacok,di pukul,di tusuk,dan lain sebagainya yang tentunya dengan izin allah swt,bagi anda yang hendak mengamalkan hizib ini saya akan mengijazahkan kepada anda,dengan catatan tidak untuk di salah gunakan,serta tidak untuk menyakiti orang lain,apabila anda hendak mengambil doa ini ucapkanlah [QOBILTU IJAZATAKA] agar saya dan anda serah terima hizib ini tawasul hadorotin nabiyyil mustofa sayyidina muhammadin sholallahu alaihi wasallam al-fatehah… ila arwahi kholifati rosidina sadatina abu bakrin wa umar wa utsman wa ali rodiallahu anhum al-fatehah… ila arwahi sulthonul aulaiyai sayyidina syekh abdul qodir jaelani rodiallahu anhu al-fatehah… wa khususon man ajazani ilal muntaha ya allah ya allah ya allah al-fatehah… hizib syekh abdul qodir al-jaelani bismillahirrohmanirrohiim robbi inni maqlubun fantasir wajbur qolbiyal munkatsir wajma’ syamliyal mundatsir innaka antar rohmanul muqtadir ikfini yaa kafi wa anal abdul muftaqir wa kafa billahi waliyyan wa kafa billahi natsiro inna syirka ladzulmun adzim wamallahu yuridu dzulman lil ibadi faquti’a dabirol qoumilladzina dzolamu walhamdu lillahi robbil alamin kaifiyah/tata cara mengamalkan puasa tiga hari yang di mulai dari hari selasa dan terakhir malam jumat pati geni tapi boleh makan minum dan merokok,tapi tidak boleh tidur sampai terbit matahari,selama puasa hizib ini di baca 7x ba’da sholat fardhu dan 70x ba’da sholat tahajud. semoga bermanfaat - Di kalangan ulama sufi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dikenal dengan julukan Sultan Auliya Raja Para Wali. Ajarannya berfokus pada perbaikan akhlak yang dikenal dengan istilah tasawuf akhlaki. Setelah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani meninggal, murid-muridnya melanggengkan ajaran sang guru dalam tarekat Qadiriyah. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lahir di desa Jilan atau Kaelan, Baghdad pada malam 1 Ramadan 471 H/1078 M. Ibunya bernama Syarifah Fatimah binti Abu Abdillah As-Suma'i yang bergelar Ummul Khair. Diceritakan bahwa ibu Abdul Qadir Al-Jailani hamil dalam usia 60 tahun. Namun, ia diberi kekuatan untuk mengandung hingga melahirkan Abdul Qadir Al-Jailani kecil. Dari garis keturunan ayahnya, nasab Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tersambung sampai ke Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW. Sejak kecil, Abdul Qadir Al-Jailani dibesarkan dalam keluarga yang saleh, sederhana, dan cinta pengetahuan. Sejak usia mudanya, Abdul Qadir Al-Jailani sudah menuntut ilmu pada banyak ulama kesohor di Bagdad. Berbagai disiplin ilmu dia di bidang fikih, Abdul Qadir Al-Jailani berguru kepada Abu Al-Wafa Ali bin Aqil Al-Hambali dan Abu Al-Khithab Mahfudz bin Ahmad Al-Khalwadzani Al-Hambali. Di bidang sastra, ia menimba ilmu dari Abu Ghain Al-Baqilani, Ibnu Khunais, Abu Hanaim Ar-Rasi, Abu Bakar Al-Tamara, dan Abu Muhammad As-Sirraj. Sementara di bidang tafsir, ia belajar pada Abdul Ar-Rahman bin Ahmad bin Yusuf, Abu Al-Barakat Hibbatullah Al-Mubarak dan lain sebagainya. Adapun dalam hal tasawuf, Hammad bin Muslim Ad-Dibbas menjadi guru Abdul Qadir karena kecemerlangan dan ketajaman pemikirannya terkait hukum Islam, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pun diakui sebagai salah satu ulama penting dalam mazhab Hambali. Di luar keilmuan fikih, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani amat kesohor di bidang tasawuf atau sufisme. Selepas ia wafat, murid-muridnya membangun gerakan tarekat untuk menyuburkan spiritualitas Islam, dengan nama tarekat Tarekat Qadiriyah diakui oleh banyak ulama Islam. Bahkan, Ibnu Taimiyah yang dikenal lantang menyerukan pemurnian Islam mengakui keabsahan tarekat Qadiriyah. “Thariqah beliau [Syekh Abdul Qadir Al-Jailani] adalah tarekat yang dibenarkan oleh syara' [hukum Islam atau syariat Islam]," ujar Ibnu Taimiyah seperti dikutip dari Jurnal Mozaic Islam Nusantara. Ajaran Tasawuf Akhlaki Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Di bidang tasawuf, ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berorientasi pada perbaikan akhlak dalam mencari hakikat kebenaran, agar manusia mencapai maqam kedudukan makrifat di sisi Allah SWT. Tujuan perbaikan akhlak ini adalah salah satu misi penting yang diemban ajaran Islam secara universal, sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak," Baihaqi. Ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memandang Islam dari 2 aspek, yaitu lahir dan batin. Dua-duanya harus seimbang dijalankan seorang muslim. Misalnya, konsep taharah yang artinya bersuci. Berikut ini penjelasannya, sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak 2020 yang ditulis Sihabul Milahudin. Pertama, penyucian diri secara lahiriah dilakukan dengan wudu atau mandi. Kedua, penyucian diri secara batin dilakukan dengan menanamkan kesadaran bahwa ada kotoran dalam diri manusia. Kotoran itu adalah dosa yang harus dibersihkan dengan cara tobat, zikir, dan meminta ampun kepada Allah juga Mohamad Sobary, Rakyat Jelata, dan Sufisme sebagai Kritik Sosial Hijrah ala Kaum Sufi Menyisihkan Selain Allah di dalam Hati Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, penyucian diri secara batin harus menempuh jalan spiritual, serta dibimbing oleh guru atau mursyid yang memiliki keilmuan yang mumpuni. Pembersihan diri dilakukan melalui tobat, talqin, zikir, tasfiah, dan suluk. Konsep lahir dalam ajaran tasawuf Syekh Abdul Qadir Al-Jailani adalah aspek formal di ajaran fikih. Sedangkan konsep batin merupakan substansi tasawuf. Konsep lahir disebut ajaran syariat, dalam istilah tasawufnya. Sementara konsep batinnya adalah hakikat. Konsep batin harus selaras dengan fikih syariat Islam. Namun, syariat tanpa hakikat [aspek batin] dianggap kosong, tak bermakna. Sementara, hakikat tanpa syariat adalah batal serta tak berdasar. Dalam ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, pengamalan fikih saja tidak cukup dalam beragama. Sebab, fikih hanya bagian paling mendasar dan tidak menyentuh konsep filosofis ajaran Islam yang mendalam. Untuk bisa menghayati Islam, seseorang harus paham tasawuf agar bisa memaknai setiap amalan fikih yang dikerjakannya. Maka itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga tidak mementingkan ibadah fardu atau wajib saja, melainkan juga amalan sunah. - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Addi M Idhom Jakarta - Syekh Abdul Qodir Jaelani adalah seorang sufi masyhur yang memiliki segudang karomah. Ia juga bergelar Sulthonul Auliya atau raja dari seluruh para satu kisah karomahnya adalah tatkala ia bertarung melawan setan, iblis, dan hawa nafsu. Kisah ini diriwayatkan oleh Syekh Utsman as-Sirafani sebagaimana diceritakan oleh Sahara Ramadhani dan Shofia Trianing Indarti dalam buku Kisah Penyejuk Jiwa Syaikh Abdul Qodir Utsman as-Sirafani menceritakan bahwa ia pernah mendengar Syekh Abdul Qodir Jaelani yang mengatakan pernah bermukim sendirian di kawasan gersang. Setiap hari dan setiap malam setan-setan mendatanginya dengan berbaris dalam wujud manusia setan tersebut membawa berbagai macam senjata serta memikul berbagai benda yang berbunyi sangat keras. Mereka terlibat perkelahian dengan Syekh Abdul Qodir Jaelani dan melemparinya dengan bola kejadian seperti itu, Syekh Abdul Qodir Jaelani justru merasakan ketentraman dalam hatinya yang sulit terucapkan dengan Abdul Qodir Jaelani mendengar suara hatinya yang berkata, "Berdirilah dan serang mereka wahai Abdul Qodir Jaelani, karena Kami selalu siap menambah kekuatanmu, dan Kami akan datang dengan pasukan yang tidak mungkin terkalahkan oleh mereka."Kemudian, ia melemparkan satu serangan kepada para setan. Sontak setan-setan itu berlari tunggang-langgang dan pergi itu, ada sesosok setan yang mendatanginya dari tengah para setan yang berlari menjauh darinya. Setan tersebut kemudian berkata, "Pergilah dari sini atau aku akan melakukan begini dan begitu kepadamu."Setan tersebut memperingatkan Syekh Abdul Qodir Jaelani terkait akibat yang akan diterimanya jika tidak meninggalkan wilayah tersebut. Kemudian, Syekh Abdul Qodir Jaelani menamparnya dengan tangan dan membuat setan itu berlari menjauhinya."Tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung," ucap Syekh Abdul Qodir Jaelani. Ia juga melihat setan itu diterkam oleh api dan terbakar waktu yang lain, Syekh Abdul Qodir Jaelani pernah didatangi oleh sosok yang wujudnya menyeramkan, bau badannya menjijikkan dan tersebut mengatakan, "Aku adalah iblis. Aku datang kepadamu dengan maksud untuk menjadi budakmu, karena kamu telah berhasil menggagalkan segala upayaku dan mengalahkan pengikutku."Syekh Abdul Qodir Jaelani lantas meminta iblis tersebut pergi. Ia mengatakan bahwa sama sekali tak percaya pada iblis ada sebuah tangan turun dari sisi iblis dan memukul tengkorak kepalanya dengan sangat keras. Hal ini membuat iblis terjungkal dan melesat ke dalam tanah. Dia pun menghilang tanpa itu kembali mendatangi Syekh Abdul Qodir Jaelani untuk yang kedua kalinya dengan membawa anak panah api di tangannya dan hendak menyerangnya. Namun, tiba-tiba dengan cepat ada seseorang memakai jubah penutup kepala berlari ke arah Syekh Abdul Qodir Jaelani dengan menunggang kuda berwarna tangkas orang berjubah itu melemparkan pedang kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani. Melihat hal itu, iblis lari terbirit-birit meninggalkan Syekh Abdul Qodir suatu ketika, Syekh Abdul Qodir Jaelani kembali bertemu dengan iblis itu untuk yang ketiga kalinya. Ia melihat iblis sedang duduk dengan jarak yang agak jauh darinya dengan berlinangan air mata dan sekujur tubuhnya dipenuhi itu berkata, "Aku sungguh telah putus asa menghadapi orang sepertimu, wahai Abdul Qodir Jaelani."Syekh Abdul Qodir Jaelani lantas menjawab, "Enyahlah kau dari sini, sang terkutuk! Karena aku tidak akan pernah berhenti membentengi diriku sendiri dengan perlindungan Allah untuk melawanmu."Mendengar hal itu iblis lalu berkata, "Apa yang telah kau ucapkan itu lebih menyakitkan bagiku ketimbang jepitan besi neraka." Simak Video "Modal Rp 1,5 Juta, Pasutri Ini Bisa Sukses dengan Ms Glow" [GambasVideo 20detik] kri/rah Cara betawasul ada beragam namun pada intinya adalah melakukan amalan shaleh dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan shaleh ini bisa dengan membaca wirid, ayat Al-Quran tertentu seperti Al-Fatihah, membaca shalawat hingga doa-doa tertentu yang diajarkan alim ulama agar hajat hidup atau keinginan diri bisa terwujud.» PembahasanPengertian tawasul bisa kita jumpai langsung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, yakniMengerjakan amalan tertentu dalam rangka mendekatkan diri hamba pada Allah atau memanjatkan doa pada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang-orang yang dipandang suci dan punya kedekatan lebih pada Allah singkat, tawasul ini dimaknai sebagai upaya disebut wasilah yang dilakukan seseorang dengan tujuan agar doanya dikabulkan Allah. Bertawasul memiliki landasan hukum tersendiri, yakniSurah Al-Maidah. Dalam ayat 35 difirmankan agar manusia mencari jalan yang bisa mendekatkan dirinya pada Allah Al-A’raf. Dalam ayat 180, Allah SWT berfirman agar manusia memohon pada-Nya dengan cara menyebutkan nama-nama indah lagi baik milik-Nya asmaul husna. Selain itu, manusia juga dihimbai agar meninggalkan orang yang menyalahi mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan bertawasul adalah bagian dari ikhtiar manusia memaksimalkan doa dan harapannya.» Pelajari Lebih LanjutMateri tentang hukum berdoa lalu menyebut-nyebut nama para malaikat Allah tentang pengertian doa menurut bahasa tentang sebutan lain dari perilaku terpuji dalam islam • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •» Detail JawabanKelas SMAMapel SejarahBab -Kode -AyoBelajarSPJ2 Syaikh Abdul Qadir Al- Jilani adalah imam yang zuhud dari kalangan sufi, beliau adalah Imam Al-Kabir dan seorang wali Quthub yang terkenal, nasab beliau dari arah ibu sampai kepada Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib. Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abi Shalih Abdullah bin Janki Duwats bin Abi Abdillah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdillah bin Musa Al-Hauzi bin Abdullah Al-Mahdi bin Hasan bin Al-Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. SILSILAH KETURUNAN SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI A. Keturunan dari memori 1. Syekh Abdul Qodir adalah putra dari 2. Al-Imam Sayyid Abi Saleh Janaki Daosti, putra dari 3. Al-Imam Sayyid Abdillah, putra dari 4. Al-Imam Sayyid Yahya Az-Zahid, putra dari 5. Al-Imam Sayyid Muhammad, putra dari 6. Al-Imam Sayyid Daud, putra dari 7. Al-Imam Sayyid Musa, putra dari 8. Al-Imam Sayyid Abdillah, putra dari 9. Sayyid Musa Al-Jun, putra dari 10. Al-Imam Sayyid Abdillah Al-Mahdi, putra dari 11. Al-Imam Sayyid Hasa Al-Mutsana, putra dari 12. Al-Imam Sayyid Hasan As-Sibthi, putra dari 13. Al-Imam Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib B. Keturunan dari Ibunya 1. Syekh Abdul Qodir adalah putra dari 2. Sayyidah Ummil Khoer Amatil Jabbar Fatimah, putri dari 3. Sayyid Abdillah Al-Suma'I Az-Zahid, putra dari 4. Sayyid Abi Jamaludin, putra dari 5. Sayyid Mahmud, putra dari 6. Sayyid Abul Atho-I Abdillah 7. Sayid Kamaludin isa, putra dari 8. Sayyid Imam Alaudin Muhammad Al-Jawwad, putra dari 9. Sayyid Imam Ali Ar-Ridha, putra dari 10. Sayyid Imam Musa Al-Kadzim, putra dari 11. Imam Ja'far Sadiq, putra dari 12. Imam Muhammad Al-Baqir, putra dari 13. Imam Zainal Abidin Ali, putra dari 14. Imam Husein Syahid Karbala, putra dari 15. Al-Imam Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib. Menuntut Ilmu dan Guru-guru Beliau Beliau tiba di Baghdad pada tahun 488 H. pada saat beliau berusia 18 tahun. Beliau kemudian sibuk dalam mempelajari Al-Qur’an sampai menguasainya. Lalu belajar fikih serta memantapkan keilmuan beliau dalam bidang ushul fikih, furu’ul-fiqh, dan ilmu khilaf. Beliau juga mempelajari hadits dan sibuk dengan mau’idhah sampai beliau mahir memberi mau’idhah. Beliau belajar ilmu dari para ulama yang tersohor di masanya. Di antara guru-guru beliau adalah 1. Ali bin Aqil Abul Wafa’ bin Aqil w. 513 H.. Beliau adalah seorang alim di Irak dan menjadi syaikh para Imam Hanbaliyah di Baghdad pada masanya. Beliau adalah penulis buku Al-Funun fi Mukhtalafil Ulum yang belum pernah seorang pun yang menulis buku ini, di dunia ini, seperti beliau. Buku itu mencapai 400 juz. 2. Mahfudh bin Ahmad bin Hasan Abul Khattab Al-Kalwadzaniy w. 510 H.. Beliau adalah seorang ahli fikih di Baghdad dan imam para penganut madzhab Hanbali pada masanya. 3. Yahya bin Ali bin Muhammad Abu Zakariya At-Tibrizy w. 502 H.. Beliau adalah seorang imam ahli bahasa dan sastra yang tersohor. 4. Muhammad bin Muhammad bin Husain Abul Husain bin Abu Ya’la Al Farra’ w. 526 H.. Beliau adalah seorang ahli sejarah dari golongan ahli fikih madzhab Hanbali. 5. Hibatullah bin Mubarak bin Musa Abul Barakat As-Saqathiy w. 509 H.. Beliau adalah seorang yang sangat alim dan ahli hadits, sekaligus seorang ahli sejarah. 6. Muhammad bin Ali bin Maimun Abul Ghanaim An-Nursiy w. 510 H.. Beliau adalah seorang ahli bacaan Al-Qur’an dan penghafal Al-Qur’an. 7. Mubarak bin Abdul-Jabbar bin Ahmad Abul Hasan Al-Azdiy, yang terkenal dengan nama Ibnu Thuyuriy w. 500 H.. Beliau adalah seorang ahli hadits yang tsiqah. 8. Ja’far bin Ahmad bin Husain Abu Muhammad As-Siraj w. 500 H.. Beliau seorang sastrawaan, alim dalam bidang qira’at, nahwu, dan bahasa. Beliau juga termasuk golongan penghafal Al-Qur’an. 9. Hammad bin Muslim Abu Abdillah Ad-Dabbas Ar-Rahbiy w. 525 H.. Beliau adalah seorang arif, wara’, dan penuh dengan hikmah. Beliau termasuk wali Allah swt yang mempunyai banyak karamah. 10. Mubarak bin Ali Abu Sa’ad Al Mukharramiy w. 513 H.. Seorang Imam Qadhi yang ahli fikih. Sayyid Abdul Qadir mendapatkan selendang jubah kewalian dari beliau. Murid-murid Beliau Banyak ulama terkenal yang belajar dari beliau. Mereka belajar ilmu-ilmu syari’ah dan mendengarkan hadits-hadits. Di antara mereka adalah 1. Abdul Ghani bin Abdul Wahid Ali Taqiyyuddin Al-Muqaddasiy w. 600 H.. Beliau adalah seorang penghafal hadits yang besar dan seorang imam yang terkenal. Karya beliau cukup banyak. 2. Abdul Karim bin Muhammad bin Manshur Abu Sa’ad As-Sama’aniy, w. 562 H.. beliau adalah seorang Imam ahli sejarah dan ahli hadits yang besar. 3. Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Muwaffiquddin Al-Muqaddasiy w. 620 H.. Beliau adalah seorang imam yang alim rabbaniy ilmu ketuhanan dan seorang imam madzhab Hanbali pada masanya. Beliau berkata, “Saya dan Al-Hafidh Abdul Ghaniy memakai selendang jubah kewalian langsung dari tangan syaikhul Islam Abdul Qadir. Kami menyibukkan diri dengan belajar fikih. Kami mendengarkan pelajaran dari beliau, mengambil manfaat dari persahabatan dengan beliau, dan kami tidak mendapati dari masa hidup beliau kecuali hanya 50 malam.” 4. Usman bin Marzuq bin Humaid Abu Amr Al-Qurasyiy w. 564 H.. Beliau adalah seorang Imam dan ahli fikih, menjadi panutan, serta seorang yang zuhud. Beliau menetap di Mesir. 5. Muhammad bin Ibrahim bin Tsabit bin Al-Kaizaniy w. 562 H.. Beliau adalah seorang sastrawan, penyair dan seorang yang zuhud. 6. Abdul Mughits bin Zuhair bin Alwi Al-Harbiy w. 583 H.. Beliau termasuk ahli hadits dan ahli fikih madzhab Hanbali. 7. Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Abu Amr Ibn Qudamah Al-Muqaddasiy w. 607 H.. Beliau adalah seorang imam yang zuhud dan ahli fikih. Beliau juga saudara laki-laki Muwaffiquddin bin Qudamah. 8. Abdul Malik bin Isa bin Darbas Al-Maraniy Asy-Syafi’i. Beliau adalah seorang hakim agung qadhil-qudhat. Wafat pada tahun 605 H. Beberapa putra beliau juga belajar kepada beliau. Di antara mereka adalah 1. Musa bin Abdul Qadir bin Musa Abu Nashr Al-Jailaniy w. 618 H.. Beliau adalah seorang yang sangat alim, ahli hadits, dan fikih. 2. Abdurrazaq bin Abdul Qadir bin Musa Abu bakar Al-Jailaniy w. 618 H.. Beliau adalah seorang yang sangat alim dan ahli fikih, ahli hadits yang tsiqah, seorang yang zuhud dan wara’. 3. Abdul Wahab bin Abdul Qadir bin Musa Saifuddin bin Abu Abdillah Al-Jailaniy w. 593 H.. Beliau adalah seorang ahli fikih, penyampai nasihat dan seorang yang zuhud. 4. Abdul Aziz bin Abdul Qadir Al-Jailaniy. Beliau belajar fikih dari ayahnya, mengajar hadits , dan menyampaikan nasihat. Banyak murid beliau yang menyelesaikan belajar dengan beliau. 5. Ulama yang juga belajar dari beliau adalah Abdullah bin Usman Al-Yunani w. 517 H.. Beliau adalah tokoh yang disegani di Syam, seorang yang arif dan mempunyai banyak karamah. WALOHWALLOHU BISSHOWAB

cara bertawasul kepada syekh abdul qodir jaelani